ARTHA DAYA

soul2

Gunung luhure kagiri-giri
Sagara agung datanpa sama
Pan sampun kawruhan reke
Artadaya puniku
Datan kena cinakreng budi
Anging kang sampun prapta Ing kuwasanipun
Angadeg tengahing jagad Wetan kulon lor kidul ngandap Myang nginggil Kapurba wisesa
Bumi sagara gunung myang kali
Sagunging kang isining bawana
Kasor ing artadayane
Sagara sat kang gunung
Guntur sirna guwa samyar nir
Sing awruh artadaya
Dadya teguh timbul
Lan dadi paliyasing prang
Yen lulungan kang kapapag wedi asih
Sato galak suminggah”

Artinya: “Gunung yang luar biasa tingginya. Lautan pasang tiada tara. Semua itu sudah diketahui. Sedangkan artadaya itu! Tak dapat dibayangkan oleh pikiran. Tapi, bagi mereka yang sudah mencapai kekuasaannya. Berdiri di tengah jagad, timur, barat, utara, selatan, bawah, dan atas, semuanya ada itu berada dalam kekuasaannya.

Bumi, lautan, gunung, dan sungai. Semua yang menjadi isi dunia. Takluk pada artadaya. Lautan kering, gunung dan guntur sirna. Gua menjadi hilang. Barang siapa mengetahui artadayanya, akan menjadi orang yang kuat tiada tanding. Men- jadi pencegah timbulnya perang. Bila berpergian, yang bertemu merasa segan dan timbul kasihnya.”

Arthadaya, adalah konsep berharga tentang kuasa seorang manusia yang diwariskan leluhur Nusantara. Konsep ini menginspirasi manusia untuk meyakini bahwa dir- inya sudah memiliki semua bekal yang dibutuhkan berdiri tegak di muka bumi, dalam kesejahteraan dan kemandirian. Menyadari keberadaan Arthadaya, mem- buat seorang manusia potensial untuk menciptakan berbagai karya agung dan monumental, mulai dari yang berskala personal sampai yang berskala peradaban. Arthadaya, sebagai kekuatan yang memendar dari esensi kemanusiaan, adalah bekal sekaligus instrumen bagi seorang manusia untuk menciptakan takdir terbaik bagi dirinya.

Bagaimana membuat Arthadaya ini bekerja bagi kita? Prinsip dasarnya, ia harus dibangkitkan, berawal dari kesadaran dan konsistensi untuk terus berhubungan dengannya. Dengan bahasa lain, Arthadaya bisa menjadi sesuatu yang bermakna bagi hidup kita, ketika kita mau memasuki dimensi diri yang paling dalam, melalui proses pengheningan dan penyatuan dengan Sang Sukma Sejati. Meditasi atau semedi, adalah langkah teknis untuk bisa memasuki alam penyatuan dengan Sang Sukma Sejati itu.

Kekuatan Supranatural di Dalam Diri Kita

“Ingsun anekseni ing Dhat Ingsun dhewe, satuhune ora ana Pangeran anging Ingsun, lan
anekseni Ingsun satuhune muhammad iku utusan Ingsun. Iya sejatine kan aran Allah iku
badan Ingsun, rasul iku rasane Ingsun, muhammad iku cahayaning Ingsun. Iya Ingsun
kang urip tan kena ing pati, iya Ingsun kang eling tan kena ing lali, iya Ingsun kang lang-
geng ora kena owah gingsir ing kahanan jati, iya Ingsun kang waskitha, ora kasamaran ing
sawiji-wiji. Iya Ingsun kang amurba amisesa, kang kawasa wicaksana ora kekurangan ing
pakerthi, byar sampurna padhang terawangan, ora kerasa apa-apa, ora ana katon apa-apa,
amung Ingsun kang anglimputi ing alam kabeh kalawan kodrat Ingsun.”

“AKU menyaksikan pada DzatKU sendiri, sesungguhnya tidak ada Tuhan kecuali
AKU, dan menyaksikan AKU sesungguhnya muhammad itu utusanKU. Sesung- guhnya yang bernama Allah itu badanKU, rasul itu rahsaKU, muhammad itu caha-
yaKU. AKUlah yang hidup tidak bisa mati, AKUlah yang ingat tidak bisa lupa,
AKUlah yang kekal tidak bisa berubah dalam keberadaan yang sesungguhnya,
AKUlah waskita, tidak ada tersamar pada sesuatu pun. AKUlah yang berkuasa
berkehendak, yang kuasa bijaksana tidak kurang dalam tindakan, terang sempurna
jelas terlihat, tidak terasa apa pun, tidak kelihatan apa pun, kecuali hanya AKU
yang meliputi alam semua dengan kuasa (kodrat)KU.”

Seseorang yang terus berjalan jauh dalam pengembaraan ruhani, akan sampai pada kesadaran Kemanunggalan Keberadaan Semesta: Yang ada hanyalah Dia. Bahkan menyangkut hidup manusia, yang hakiki ada adalah Dia. Keberadaan kita sebagai manusia, semata-mata sekadar manifestasi ataupun bayangan dari Keberadaan-Nya.

Pada tataran yang praktis, konsep ini bisa menjadi panduan pemberdayaan diri. Karena di dalam diri kita terdapat hakikat terdalam yang merupakan Dia sendiri, maka untuk mewujudkan kekuatan pribadi, yang bisa dilakukan adalah memanunggalkan karsa dengan-Nya. Itu bisa terjadi ketika kita memasuki dunia hening, alam kekosongan: dalam diri yang telah Kosong itulah, Dia muncul dengan segenap Kuasa-Nya. Raga kita hanya menjadi alat-Nya dalam mewujudkan Karsa- Nya. Dalam bahasa lain – dan ini mirip dengan ketika kita bicara tentang Arthadaya: Kuasa pribadi kita muncul, dan kita menjadi sosok powerfull, ketika yang bertindak melalui raga kita adalah Sang Sukma Sejati….

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s