MENGELOLA DAYA DAN CAHAYA DI DALAM DIRI

Keberhasilan seseorang

dalam mencetak hidup cemerlang,

sangat ditentukan oleh kecermatan dan kecerdasan

dalam mengelola daya yang ada di dalam diri. 

Mereka yang bisa mengelola daya di dalam dirinya, pasti bisa membuahkan karya terbaik dan meraih kehidupan sesuai cetak birunya.  Mengelola daya di dalam diri, dimulai dengan membawa kesadaran kita pada kondisi selaras dengan gerak atau pusaran daya di dalam diri yang sejatinya mencerminkan gerak atau pusaran daya semesta itu sendiri.

Penulis mendapatkan wawasan berharga ketika berkunjung ke Ponorogo dan berbincang-bincang mengenai pengelolaan cahaya di dalam diri dengan Om Prapto (Agus Suprapto), seorang pendidik dan praktisi meditasi cahaya.  Om Prapto menjelaskan, ketika seseorang belum menata kesadarannya hingga selaras dengan pusaran daya di dalam diri, konfigurasi cahaya di dalam dirinya, akan tampak acak sebagaimana dapat terlihat pada gambar di bawah ini:

Image

Pada kondisi seperti ini, seseorang belum terhubung dengan pusat cahaya di dalam dirinya (Telenging Cahya Sejati/Inti Nur Ilahi/Yaktining Hurip). Wawasan hidupnya menjadi terbatas karena realitas bagi dirinya semata-mata apa yang bisa dicerap oleh panca indera.  Untuk realitas di luar itu, ia lebih banyak dipengaruhi oleh pandangan yang umum berkembang di lingkungannya.  Pola nalarnya dibentuk oleh apa yang didengar dari pihak-pihak lain yang dianggap punya otoritas.

Untuk beranjak dari kondisi di atas, seseorang perlu melakukan penyadaran dan pengelolaan energi. Metode yang bisa dilakukan adalah masuk ke dalam diri (masuk ke jagad alit).  Dengan cara ini seseorang  bisa menemukan keberadaan yang luas tak terbatas, melampaui apa yang bisa dicerap oleh panca indera.

Untuk bisa masuk ke jagad alit ini, salah satu kuncinya adalah mengenal cahaya-cahaya yang ada di dalam diri, mengenali cahaya yang paling dominan, dan menemukan dimana letak dari cahaya ilahi atau sumber sejati dari segala cahaya, lalu mendapatkan informasi/petunjuk darinya.

Mereka yang terlatih melakukan penyadaran dan masuk ke dalam diri, konfigurasi cahaya di dalam dirinya perlahan-lahan menjadi tertata sebagaimana bisa dilihat dalam gambar di bawah ini:

 Chakra_00

Bisa dilihat bagaimana pusaran-pusaran energi mulai dari pangkal tulang belakang hingga ubun-ubun akan terlihat sangat teratur, saling bertautan.  Hanya dalam keadaan seperti di atas, seseorang bisa mengenali cahaya-cahaya apa saja yang ada di dalam diri dan mulai bisa mengelola cahaya-cahaya tersebut.

Melalui intensitas berlatih, seseorang bisa semakin terampil mengelola daya dan cahaya di dalam dirinya untuk berbagai kegunaan dalam hidup.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s